Ahmad Fauzi, Ketua Anak Muda Bergerak: Karhutla di Kalimantan Tanggung Jawab Kementerian Kehutanan, Jika Tak Sanggup Lebih Baik Mundur

Pematangsiantar | DelikSumut – Ketua Anak Muda Bergerak, Ahmad Fauzi, mengecam keras pembiaran kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus terjadi di Kalimantan.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi secara masif setiap tahun bukan lagi bencana alam, melainkan bukti gagalnya negara, khususnya Kementerian Kehutanan, dalam menjaga paru-paru dunia.

“Kalimantan itu paru-paru Indonesia, paru-paru dunia. Kalau setiap tahun dibiarkan terbakar, asapnya menyengsarakan jutaan rakyat, hutan musnah, satwa mati. Ini adalah tanggung jawab penuh Kementerian Kehutanan,” tegas Ahmad Fauzi dalam keterangannya, Senin (13/10/2026).

Ahmad Fauzi menilai, Kementerian Kehutanan tidak boleh hanya sibuk dengan urusan seremonial dan wacana, sementara di lapangan hutan terus terbakar.

“Kami anak muda melihat, pencegahan lemah, penindakan terhadap korporasi pembakar lahan tidak tegas. Anggaran besar, tapi hutan tetap jadi abu. Kalau memang tidak sanggup mengatasi Karhutla, lebih baik mundur saja dari jabatan. Berikan kepada orang yang mampu dan punya hati untuk hutan Indonesia,” lanjutnya dengan nada keras.

Anak Muda Bergerak mendesak tiga hal:

1. Presiden segera evaluasi total kinerja Kementerian Kehutanan terkait penanganan Karhutla.
2. Tindak tegas korporasi dan oknum yang terbukti membakar lahan, tanpa pandang bulu.
3. Libatkan anak muda dan masyarakat adat sebagai garda terdepan penjaga hutan, bukan hanya dijadikan penonton.

“Kami tidak butuh pejabat yang hanya pandai beralasan. Kami butuh hutan yang selamat. Jika tidak bisa jaga hutan, jangan jaga kursi jabatan,” tutup Ahmad Fauzi. (PN)

*Hormat Kami,*
*Anak Muda Bergerak*
*Ahmad Fauzi – Ketua*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *