Daerah  

Anggaran Fantastis Rp7,2 Miliar, Pengunjung Minim, Pembangunan DTW Pantai Pallombuan Diminta Diusut Tuntas

deliksumut.com | Samosir,- Informasi dari masyarakat terkait minimnya pengunjung di Destinasi Tujuan Wisata (DTW) Pallombuan, Desa Pallombuan, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir langsung ditindaklanjuti oleh 16 wartawan yang tergabung dalam Serikat Pers Samosir dengan turun ke lokasi untuk melakukan monitoring, Senin (13/04/2026).

Dari pantauan di lapangan, kondisi objek wisata tersebut memprihatinkan. Area pantai terlihat seperti tidak terawat, dengan rumput liar tumbuh subur di sepanjang bibir pantai. Fasilitas penunjang pun tampak terbengkalai, bahkan baliho di lokasi terlihat berjatuhan. Meski demikian, di beberapa titik seperti jalan setapak berpaving blok, terlihat ada upaya pembersihan rumput liar.

Seorang petugas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa terdapat lima orang petugas yang ditugaskan di kawasan tersebut. Mereka bertanggung jawab menjaga sekaligus membersihkan area dari rumput liar yang terus tumbuh.

Penjabat Kepala Desa Pallombuan, Sudiber Halomoan Sinaga, membenarkan bahwa sejak diresmikan oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom pada Desember 2025, jumlah pengunjung ke DTW Pallombuan sangat minim. Bahkan, menurutnya, objek wisata tersebut lebih sering dimanfaatkan warga setempat untuk aktivitas olahraga pagi.

“Kalau pengunjung dari luar desa Pallombuan bisa dibilang sangat minim. Tapi dampaknya bagi masyarakat lokal, pagi dan sore hari dimanfaatkan untuk lari pagi. Dulu masyarakat lari di jalan nasional, sekarang sudah bisa di sini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada momen libur besar seperti Tahun Baru, Nyepi, Lebaran, hingga Paskah 2026, jumlah pengunjung tetap tidak mengalami peningkatan signifikan.

“Kalau secara kasat mata, mungkin paling satu atau dua orang dari luar desa per hari saat libur,” tambahnya.

Terkait pengelolaan, Sudiber menjelaskan bahwa awalnya DTW Pallombuan sempat dikelola oleh KDMP Desa Pallombuan, khususnya pada sektor kios. Namun, pengelolaan tersebut hanya bertahan sekitar tiga bulan sebelum akhirnya pihak KDMP mengundurkan diri.

“Alasannya karena pengunjung tidak normal, artinya sangat minim, sehingga mereka tidak sanggup melanjutkan pengelolaan,” jelasnya.

Saat ini, pengelolaan pintu masuk kembali dipegang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir. Pihak desa juga mengaku telah melakukan koordinasi terkait pengembangan ke depan, meski terbentur keterbatasan anggaran.

“Katanya ada rencana pengurukan pantai supaya lebih indah. Untuk saat ini kita lihat masih seperti ini, tapi kami tetap optimistis DTW Pallombuan bisa berkembang,” katanya.

Sementara itu, Lam Sinaga, salah satu masyarakat yang menghibahkan lahan untuk pembangunan kawasan wisata tersebut, mengaku prihatin melihat kondisi terkini.

“Mirislah pak. Kami sudah menghibahkan lahan demi kemajuan desa, tapi kenyataannya pengunjung sangat minim,” ujarnya.

Ia menilai salah satu penyebab sepinya pengunjung karena kondisi pantai yang belum layak sebagai destinasi wisata.

“Kalau dibilang ini pantai, masih becek, istilah Bataknya marbuttak. Kami berharap dinas terkait bisa menjadikannya pantai berpasir agar lebih menarik,” tegasnya.

Lam Sinaga juga menjelaskan bahwa lahan yang dihibahkannya meliputi area mushola dan akses jalan, sementara sebagian besar lahan lainnya berasal dari anggota keluarganya.

Sorotan tajam juga datang dari Ketua Serikat Pers Samosir Luhut Sijabat, yang mempertanyakan pengelolaan anggaran pembangunan yang disebut mencapai sekitar Rp7 miliar.

“Anggaran miliaran rupiah tidak dikelola dengan baik. Padahal jika dimaksimalkan, ini bisa berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Harus di usut Tuntas ini pembangunan Objek Wisata Pallombuan.” kritiknya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, belum memberikan tanggapan saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait pengelolaan DTW Pallombuan.(Sam86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *