Daerah  

Event Internasional TOTK by UTMB 2026 di Samosir, Marshall Terima Rp300 Ribu untuk Jaga Jalur Sehari Semalam dan Gunakan Alat Penerangan Pribadi

deliksumut.com | Samosir – Setelah sebelumnya mengaku belum mengetahui besaran honor yang akan diterima selama bertugas pada ajang internasional Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 di Kabupaten Samosir, para petugas lapangan (Marshall) akhirnya telah menerima pembayaran honor mereka pada Selasa (16/6/2026).

Salah seorang Marshall bermarga Sagala yang bertugas dalam event tersebut mengungkapkan bahwa honor yang diterimanya sebesar Rp300.000 untuk tugas selama satu hari satu malam.

Menurut Sagala, nominal tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan selama bertugas, termasuk konsumsi dan transportasi, sehingga tidak ada pembayaran tambahan yang diterimanya.

“Sudah termasuk semuanya,” kata Sagala melalui pesan WhatsApp kepada wartawan deliksumut.com, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa honor tersebut diserahkan oleh koordinator lapangan tanpa disertai tanda terima pembayaran. Selain itu, selama bertugas sebagai Marshall, fasilitas yang diberikan panitia hanya berupa baju Marshall.

Sagala juga mengaku alat penerangan yang digunakan saat berjaga pada malam hari merupakan milik pribadinya yang dibawa sendiri dari rumah.

Sementara itu, petugas lain bermarga Sitanggang yang bertugas sebagai TS mengaku menerima honor sebesar Rp200.000.

Berbeda dengan keterangan Sagala, Sitanggang menyebut seluruh kebutuhan kerja selama bertugas telah disediakan.

“Dilengkapi semua alat kerja bang, hanya badan yang kita bawa,” ujar Sitanggang melalui pesan WhatsApp.

Perbedaan keterangan dari petugas lapangan tersebut menunjukkan adanya pengalaman yang berbeda terkait fasilitas yang diterima selama pelaksanaan event.

Sebelumnya, deliksumut.com memberitakan keluhan sejumlah Marshall yang mengaku tidak memperoleh konsumsi selama bertugas serta belum mengetahui besaran honor yang akan diterima. Salah seorang Marshall bahkan menyebut dirinya harus menanggung sendiri biaya makan, minum, dan kebutuhan pribadi selama berjaga di lintasan lomba.

Kini, setelah honor telah dibayarkan, besaran upah yang diterima petugas lapangan mulai terungkap. Namun muncul pertanyaan baru terkait standar fasilitas yang diterima para petugas, mengingat terdapat perbedaan pengakuan antara satu petugas dengan petugas lainnya.

Terungkapnya besaran honor tersebut juga memunculkan perhatian publik mengenai kelayakan upah yang diterima para petugas lapangan dibandingkan dengan beban tugas yang mereka emban selama event berlangsung. Bila merujuk pada pengakuan salah seorang Marshall yang menerima Rp300.000 untuk tugas satu hari satu malam, termasuk biaya konsumsi dan transportasi, nominal tersebut dinilai sebagian kalangan relatif kecil apabila dibandingkan dengan tanggung jawab yang dijalankan.

Para Marshall merupakan garda terdepan yang bertugas menjaga keamanan jalur, memberikan informasi kepada peserta, membantu dalam kondisi darurat, hingga memastikan keselamatan pelari di berbagai titik lintasan yang sebagian berada di medan berat dan terpencil. Bahkan terdapat pengakuan bahwa petugas harus menggunakan perlengkapan pribadi seperti alat penerangan saat berjaga pada malam hari.

Sebagai event olahraga bertaraf internasional yang membawa nama Kabupaten Samosir ke panggung dunia, perhatian terhadap kesejahteraan petugas lapangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesuksesan penyelenggaraan kegiatan. Transparansi mengenai proses perekrutan, pembagian tugas, fasilitas kerja, hingga besaran honor dinilai penting agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Keberhasilan sebuah event internasional tidak hanya diukur dari jumlah peserta dan kemeriahan acara, tetapi juga dari bagaimana penyelenggara menghargai para petugas yang bekerja di balik layar memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Meski demikian, penilaian mengenai layak atau tidaknya besaran honor tersebut tentu perlu mempertimbangkan standar yang digunakan panitia, mekanisme penganggaran, durasi kerja, serta ruang lingkup tugas yang dibebankan kepada masing-masing petugas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara TOTK by UTMB 2026 maupun instansi terkait yang berwenang mengelola kegiatan tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait mekanisme pembayaran honor, rincian fasilitas yang diberikan kepada petugas lapangan, serta standar operasional yang diterapkan selama pelaksanaan kegiatan. Selain itu, penyelenggara juga belum memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat di sepanjang lintasan lomba, termasuk terkait masih ditemukannya anjing yang berkeliaran di jalur pelari saat perlombaan berlangsung serta mekanisme sterilisasi lintasan yang seharusnya menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta pada ajang olahraga bertaraf internasional tersebut.(Samsir Sitanggang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *