Gandeng Kemenkes, Samosir Dorong Realisasi Rp83,4 Miliar Sarana Kesehatan

SAMOSIR | deliksumut.com — Pemerintah Kabupaten Samosir menggandeng Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong percepatan pembangunan sarana kesehatan di daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dengan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR. Dalam pertemuan itu, Pemkab Samosir menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan dan penguatan fasilitas kesehatan yang diproyeksikan melalui anggaran tahun 2027.

Tak tanggung-tanggung, total usulan yang disampaikan Pemkab Samosir mencapai sekitar Rp83,4 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah kebutuhan strategis, mulai dari pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesda), pembangunan Puskesmas Tele, revitalisasi RSUD Dr. Hadrianus Sinaga hingga pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan lainnya.
Salah satu poin penting dalam audiensi tersebut adalah rencana pembangunan laboratorium kesehatan dan Puskesmas di kawasan Jalan Raya Tele yang disebut akan dialokasikan melalui anggaran tahun 2027.

Bagi Samosir, penguatan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan penting, bukan hanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga untuk mendukung daerah sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata Danau Toba.

Selain pembangunan fasilitas kesehatan baru, Pemkab Samosir juga mendorong penguatan RSUD Dr. Hadrianus Sinaga.
Revitalisasi rumah sakit serta pemenuhan peralatan kesehatan menjadi bagian dari usulan yang dibawa dalam audiensi tersebut. Penguatan fasilitas rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Samosir.

Termasuk di dalamnya dukungan terhadap pengembangan layanan Cathlab, sehingga masyarakat tidak harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan pelayanan tertentu.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, juga menjadi perhatian Pemkab Samosir dalam pembahasan bersama pemerintah pusat.

Hal ini penting karena pembangunan fisik dan pengadaan peralatan kesehatan tidak akan maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang memadai.
Gandeng Pemerintah Pusat
Audiensi dengan Wamenkes tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Samosir tidak hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan kesehatan.

Dengan menggandeng pemerintah pusat, Pemkab Samosir berupaya membuka ruang dukungan pembiayaan sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan daerah masuk dalam prioritas pemerintah pusat.

Bupati Vandiko dalam audiensi tersebut menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan kesehatan Samosir sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dukungan dan respons dari Kementerian Kesehatan menjadi bagian penting dalam proses tersebut, terutama dengan adanya rencana pengalokasian anggaran tahun 2027 untuk pembangunan laboratorium dan Puskesmas di kawasan Tele.

Meski demikian, usulan anggaran sebesar Rp83,4 miliar tersebut tetap perlu dilihat sebagai bagian dari proses pengusulan dan penganggaran. Realisasinya akan bergantung pada tahapan perencanaan, penganggaran serta kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Karena itu, perhatian publik berikutnya bukan lagi sebatas seberapa besar nilai usulan yang disampaikan, tetapi sejauh mana usulan tersebut benar-benar terealisasi menjadi fasilitas kesehatan yang dapat digunakan masyarakat.

Terlebih, kebutuhan kesehatan di Samosir bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat sehari-hari. Pembangunan Labkesda, Puskesmas Tele, penguatan RSUD, peralatan medis hingga kebutuhan dokter spesialis pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan: memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Samosir.( Samsir Sitanggang)

Exit mobile version