Simalungun | DelikSumut – Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun yang selama ini dikenal sebagai salah satu pintu utama penyeberangan menuju Pulau Samosir kembali menuai sorotan. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (2/6/2026), tumpukan sampah terlihat menggunung di area pelabuhan, tepat di jalur yang dilalui wisatawan dan pengguna jasa penyeberangan.
Kondisi tersebut menimbulkan kesan kumuh dan kontras dengan status Danau Toba sebagai kawasan destinasi pariwisata prioritas nasional. Tumpukan sampah plastik, sisa makanan dan berbagai limbah rumah tangga terlihat memenuhi bak penampungan hingga meluber ke sekitarnya.
Padahal, Pelabuhan Tigaras merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Simalungun dengan Pulau Samosir melalui lintasan Tigaras–Simanindo yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat dan wisatawan. Pemerintah bahkan terus mendorong peningkatan pelayanan dan kenyamanan penumpang di lintasan tersebut.
Seorang wisatawan yang hendak menyeberang ke Samosir mengaku kecewa melihat kondisi kebersihan pelabuhan saat tiba di lokasi.
“Jujur saya cukup terkejut. Dari luar bangunannya terlihat bagus dan megah, tetapi begitu masuk ke area pelabuhan justru terlihat tumpukan sampah yang cukup banyak. Ini kan salah satu pintu masuk wisata Danau Toba, seharusnya kebersihannya lebih diperhatikan,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, persoalan kebersihan bukan hanya menyangkut estetika, tetapi juga kenyamanan dan citra daerah di mata wisatawan.
“Wisatawan yang datang dari luar daerah tentu menilai pertama kali dari kondisi pelabuhan. Kalau yang terlihat justru sampah menumpuk, kesan yang muncul tentu kurang baik. Sangat disayangkan karena pemandangan Danau Toba di sini sebenarnya sangat indah,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola pelabuhan maupun pemerintah daerah. Di tengah berbagai upaya peningkatan fasilitas transportasi dan pelayanan wisata, aspek kebersihan justru tidak boleh diabaikan.
Terlebih lagi, kawasan Pelabuhan Tigaras memiliki nilai historis dan strategis dalam transportasi Danau Toba. Keselamatan dan pelayanan penyeberangan di lintasan Tigaras–Simanindo selama ini menjadi perhatian publik sejak berbagai evaluasi transportasi danau dilakukan pasca tragedi KM Sinar Bangun pada 2018.
Seharusnya, menjaga kebersihan pelabuhan dan semestinya menjadi bagian dari komitmen menghadirkan transportasi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelas.
Tumpukan sampah yang terlihat di depan mata wisatawan bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan cerminan tata kelola kawasan wisata.
Jika ingin menjadikan Danau Toba sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, maka pembenahan harus dimulai dari hal-hal mendasar, termasuk memastikan gerbang masuk wisata seperti Pelabuhan Tigaras terbebas dari pemandangan sampah yang merusak citra kawasan. (PN)












