SAMOSIR | deliksumut.com — Pembangunan Jembatan Sigarantung di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, kembali menjadi sorotan. Selain progres pekerjaan yang dinilai berjalan lamban, mutu beton pada bagian abutment yang telah dikerjakan juga dipertanyakan.
Sorotan tersebut disampaikan Henry Sitanggang, salah seorang pemerhati pembangunan di Kabupaten Samosir, setelah melakukan pengamatan terhadap kondisi pekerjaan di lapangan, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan hasil pengujian menggunakan hammer test terhadap bagian abutment yang telah dikerjakan, diperoleh angka pengamatan pada kisaran 18 MPa hingga 19 MPa.
Secara perkiraan, angka tersebut berada pada kisaran mutu beton K220 hingga K225. Namun, hasil hammer test tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan mutu akhir beton pada suatu struktur.
Karena itu, temuan tersebut belum dapat serta-merta menyatakan beton pada abutment tidak memenuhi spesifikasi kontrak. Kepastian mutu tetap membutuhkan pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai standar yang berlaku serta mengacu pada spesifikasi pekerjaan dalam kontrak.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius, terlebih ketika progres pekerjaan di lapangan juga disebut belum menunjukkan perkembangan yang meyakinkan.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah mutu beton yang telah terpasang pada abutment Jembatan Sigarantung sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak pekerjaan.
Di sisi lain, lambannya progres pekerjaan juga memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut berpotensi memasuki kondisi kontrak kritis apabila terdapat deviasi signifikan antara realisasi fisik dengan jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan.
Henry Sitanggang mengatakan, dugaan tersebut berdasarkan pengamatannya terhadap realisasi pekerjaan di lokasi.
“Saya juga menduga pekerjaan tersebut dalam tahap kontrak kritis melihat progres realisasi di lokasi,” ujar Henry, Jumat (18/9/2026).
Menurut Henry, persoalan progres dan mutu konstruksi tidak dapat dipisahkan. Upaya mengejar ketertinggalan pekerjaan, menurutnya, harus tetap berjalan seiring dengan pemenuhan standar mutu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
“Pihak BBPJN Sumut dan konsultan pengawas agar melakukan evaluasi dan pengawasan yang intensif,” katanya.
Ia juga menyoroti penggunaan material beton dalam pekerjaan tersebut. Menurut Henry, penggunaan beton ready mix dari batching plant perlu menjadi perhatian guna mendukung pemenuhan mutu beton sekaligus mengejar volume pekerjaan sesuai time schedule.
“Sebelumnya kita sudah menghimbau agar penyedia jasa menggunakan beton ready mix dari batching plant untuk memenuhi kebutuhan mutu beton dan volume pengerjaan sesuai time schedule,” ungkapnya.
Sorotan terhadap angka hasil pengujian lapangan sebesar 18–19 MPa dan progres pekerjaan yang dinilai lamban kini menempatkan pengawasan proyek sebagai perhatian utama.
Namun, baik persoalan mutu beton maupun status “kontrak kritis” tetap membutuhkan kepastian dari pihak yang berwenang.
Hasil hammer test tidak cukup untuk menjadi dasar tunggal dalam menentukan terpenuhi atau tidaknya mutu beton sebagaimana dipersyaratkan kontrak. Demikian pula status kontrak kritis harus ditentukan melalui evaluasi resmi berdasarkan progres fisik, time schedule, deviasi pekerjaan, serta ketentuan kontrak yang berlaku.
Untuk memperoleh kepastian tersebut, deliksumut.com telah meminta konfirmasi kepada pihak BBPJN/B2PJN Sumatera Utara melalui WhatsApp, Jumat (18/9/2026).
Konfirmasi yang disampaikan antara lain mempertanyakan apakah BBPJN Sumatera Utara dapat memastikan mutu dan pelaksanaan pekerjaan Jembatan Sigarantung saat ini telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak, serta apakah progres pekerjaan sudah masuk kategori kontrak kritis.
“Apakah BBPJN Sumatera Utara dapat memastikan mutu dan pelaksanaan pekerjaan Jembatan Sigarantung saat ini sepenuhnya telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak, serta apakah progresnya sudah masuk kategori kontrak kritis? Jika belum, apa dasar BBPJN menyatakan pekerjaan tersebut masih memenuhi ketentuan?”
Hingga berita ini ditayangkan, pihak BBPJN/B2PJN Sumatera Utara belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan melalui WhatsApp.
deliksumut.com tetap membuka ruang bagi pihak BBPJN, penyedia jasa, maupun konsultan pengawas untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait mutu beton, progres pekerjaan, serta status kontrak pembangunan Jembatan Sigarantung.
(Samsir Sitanggang)












