Singkawang | DelikSumut.Com 27 Juli 2026 – Upaya penyelesaian hukum terkait permasalahan di proyek perumahan yang dikelola PT Golden Land Sukses Makmur di Kota Singkawang diduga menemui jalan buntu.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kantor Hukum Advocate For Justice Jakarta, pihak pimpinan perusahaan pengembang tersebut diduga menolak menerima Surat Peringatan (Somasi) serta Undangan Klarifikasi yang telah dikirimkan secara resmi beberapa waktu lalu.
Somasi dan undangan tersebut dilayangkan untuk menindaklanjuti pengaduan konsumen yang mencakup isu keterlambatan penyerahan sertifikat hak milik, ketidaksesuaian fasilitas yang dijanjikan, serta dugaan wanprestasi.
“Kami telah menunjukkan itikad baik dengan mengirimkan surat somasi dan undangan klarifikasi secara resmi ke alamat kantor perusahaan. Namun berdasarkan laporan tim lapangan kami, manajemen pengembang diduga menolak untuk menerima dokumen tersebut,” ujar Poltak Rizal Jauhari Sitinjak SH dan rekannya Yohana Oematan SH, selaku perwakilan Kantor Hukum Advocate For Justice Jakarta.
Menurutnya, sikap tidak kooperatif dari pihak pengembang justru memperpanjang penyelesaian masalah dan semakin merugikan konsumen yang telah berinvestasi.
“Penolakan terhadap somasi ini kami nilai sebagai upaya penghindaran tanggung jawab. Padahal saat ini kami masih membuka ruang untuk mediasi dan penyelesaian secara kekeluargaan,” tambahnya.
Pihak Advocate For Justice menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini. Apabila dalam batas waktu [1×24 jam] sejak pemberitaan ini tidak ditemukan itikad baik dari pihak pengembang, langkah hukum selanjutnya akan segera ditempuh, meliputi pelaporan ke pihak berwajib dan/atau pengajuan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Singkawang.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat Singkawang lainnya yang merasa dirugikan oleh praktik PT Golden Land Sukses Makmur, untuk segera melapor dan bergabung. Kami siap mendampingi proses hukum hingga tuntas,” tutup Poltak Rizal Jauhari Sitinjak SH.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Golden Land Sukses Makmur belum dapat dimintai tanggapan atau keterangan resmi terkait hal tersebut. Tim media masih terus berupaya melakukan konfirmasi.
RTA/JA












