deliksumut.com | Samosir,- Kepedulian Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom terhadap pengembangan atlet daerah terlihat saat ia meluangkan waktu mendengarkan aspirasi Igres Elisabet Sagala, atlet berprestasi asal Desa Bonan Dolok, Kabupaten Samosir, pada 23 Desember 2025 lalu.
Pertemuan tersebut berlangsung secara sederhana di sebuah kedai kopi, di sela-sela kegiatan Bupati Vandiko meninjau pembangunan jembatan yang sempat mengalami kendala serta pembangunan jalan Simpang Tulas–Bonan Dolok. Dalam suasana yang hangat, Igres menyampaikan pengalamannya dengan penuh harap.
Igres mengungkapkan bahwa dirinya pernah merasakan kurangnya perhatian dari lembaga olahraga di Kabupaten Samosir, khususnya saat ia mencoba menyampaikan prestasi yang telah diraihnya. Hal tersebut terjadi karena ia saat ini tercatat sebagai atlet yang mewakili Provinsi Sumatera Utara, meskipun berasal dari Kabupaten Samosir dan telah membawa berbagai bukti prestasi.
“Saya hanya berharap ada ruang untuk menyampaikan apa yang sudah saya capai sebagai atlet asal Samosir,” tutur Igres dengan nada lirih.
Riwayat prestasi Igres sendiri terbilang membanggakan. Ia mengawali karier olahraga sejak menempuh pendidikan di SMA St. Mikhael Pangururan pada cabang tinju, dengan raihan medali perak Kejurda. Selanjutnya, di bangku kuliah, ia menekuni cabang olahraga Kabaddi dan kembali mencatatkan prestasi, di antaranya medali emas dan perak Kejurda, medali perak Kejurnas kualifikasi PON, serta medali emas dan perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menanggapi hal tersebut, Bupati Vandiko Timotius Gultom memberikan dorongan moral agar Igres tetap semangat dan konsisten dalam berlatih.
“Coba nanti saya ingatkan melalui dinas pendidikan ya, kordinasi, belum dapat perhatian ini atlet kita, walaupun perwakilan sumut, tetap semangat” ujar Vandiko.
Bupati Vandiko juga tampak menyimak tayangan video pertandingan Igres melalui telepon genggamnya, sebagai bentuk perhatian terhadap perjuangan atlet daerah. Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir dapat memberikan perhatian sesuai kewenangan yang ada, mengingat Igres saat ini juga mengabdikan diri sebagai guru di SD Swasta Tri Karya Sunggal, Medan.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga turut menyampaikan harapan agar Igres yang berstatus guru honorer dapat suatu saat mengajar di Kabupaten Samosir. Menanggapi aspirasi itu, Bupati Vandiko menjelaskan bahwa kondisi pengelolaan honor saat ini masih memiliki keterbatasan dan seluruh proses administrasi telah terintegrasi dengan pemerintah pusat.
“Karena sekarang honorpun sudah mulai sulit, honor itu sudah langsung didaftarkan kepusat, nanti kalau saya janjikan bisa, nanti sakit hati. Jadi lebih baik ngomong terus terang, honor honor itu sekarang namanya sudah sampai kepusat semua.”kata Vandiko.
Pertemuan sederhana tersebut diakhiri dengan suasana yang lebih hangat. Igres yang sebelumnya terlihat haru, tampak kembali tersenyum setelah mendapatkan motivasi langsung dari Bupati. Momen itu menjadi pengingat bahwa perhatian dan empati dari pemimpin daerah memiliki arti penting bagi atlet yang terus berjuang membawa nama Samosir di tingkat yang lebih luas.
Igres menyampaikan harapannya agar perhatian terhadap atlet Samosir dapat terus ditingkatkan.
“Semoga atlet-atlet dari Samosir semakin termotivasi untuk berlatih dan berprestasi. Saya berterima kasih atas perhatian dan motivasi yang diberikan Bapak Bupati,” ujarnya.(Sam86)












